Lebong -Topos– Dugaan skandal Dana Desa mengguncang Desa Talang Baru I, Kecamatan Topos. Kepala desa setempat kini menjadi sorotan tajam publik setelah muncul informasi adanya praktik monopoli proyek, penggelembungan anggaran, hingga dugaan “cashback” bernilai puluhan hingga ratusan juta rupiah dari berbagai kegiatan desa sejak tahun 2022 hingga 2024.
Sejumlah sumber menyebutkan, hampir seluruh kegiatan strategis desa diduga dikendalikan langsung oleh kepala desa dengan melibatkan pihak ketiga tertentu demi keuntungan pribadi

Pada program peternakan ikan, dana desa yang mencapai ratusan juta rupiah disebut-sebut tidak sepenuhnya digunakan untuk kepentingan masyarakat. Pengadaan dilakukan melalui pihak ketiga dengan dugaan mark up harga, disertai praktik cashback yang diduga mengalir kembali ke kantong pribadi.
Skandal serupa terendus dalam pengadaan ayam petelur. Ayam yang dibeli disebut sudah siap melainkan tidak produktif, namun di belih tidak seharga RAB. “Kualitas tidak terjamin, tapi anggaran tetap dihabiskan. Katanya ada uang balik ke oknum tertentu,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Tak berhenti di situ, proyek pengadaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) juga menuai kecurigaan. Setiap unit lampu diduga memberikan keuntungan lebih dari Rp2 juta. Warga mempertanyakan kualitas dan harga yang dinilai tidak wajar.
Puncaknya, pembangunan jalan usaha tani selebar dua meter dengan pagu anggaran mencapai Rp190 juta ikut disorot. Dari proyek ini, beredar informasi adanya dugaan keuntungan pribadi hingga Rp70 juta.

“Ini bukan lagi kelalaian, tapi diduga sudah jadi pola. Dana desa seperti dijadikan mesin uang,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.
Kekecewaan warga memuncak. Transparansi yang dijanjikan pemerintah desa dinilai hanya formalitas. Laporan pun mulai mengalir ke Aparat Penegak Hukum (APH). Informasi yang diperoleh menyebutkan, pihak berwenang telah mulai mengumpulkan bahan keterangan dan menelusuri sejumlah proyek bermasalah tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Talang Baru I belum memberikan klarifikasi resmi meski telah berulang kali diupayakan konfirmasi.
Publik kini menanti langkah tegas aparat. Dana desa yang sejatinya menjadi harapan pembangunan justru diduga berubah menjadi ladang bancakan.
Red..
