Arahanco.id,Lebong- Miris,pasalnya
” Bangunan Puskesmas Semelako yang berada di kelurahan Embong panjang Kecamatan Lebong Tengah kabupaten Lebong, Bengkulu yang belum lama ini berdiri kini menuai sorotan tajam publik. Gedung pelayanan kesehatan yang disebut menelan anggaran Miliaran Rupiah itu Saat ini kamis kamis 09 April 2026 mengalami retak-retak,hampir disetiap bagian ruangan, termasuk di lantai atas.
Saat awak Media Arahan.co.id turun langsung ke lokasi pada kamis (09/04/2026) sekitar pukul 09.27 WIB, tampak jelas retakan pada dinding dan Balok Beton di setiap ruangan,termasuk ruang kerja kepala puskesmas dan ruang lainnya mengalami ” RETAKAN”. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran ” SERIUS” mengingat bangunan masih tergolong baru yang di bangun pada tahun 2024.
” Kepaka puskesmas semelako sdri Cici Dwi Farlenda, SKM Membenarkan bahwa gedung Puskesmas Semelako Mengalami Retak, saat dikonfirmasi oleh awak media ini di ruang kerjanya.
Ditambahkan oleh Kepala Puskesmas Semelako sdri Cici Dwi Farlenda, SKM pihaknya tidak mengetahui persoalan teknis bangunan,saya hanya menjalankan amanah yang diberikan oleh bapak Bupati Azhari,SH,MH,ujar kapus.
“Kami tidak tahu teknik bangunan sudah sesuai atau tidak,yang jelas Kami hanya menempati saja,”untuk lebih jelas silakan rekan rekan jurnalis/wartawan menghubungi kepala Dinas Kesehatan atau PPTK nya, ujarnya singkat.

Pernyataan itu justru memunculkan pertanyaan publik: bagaimana mungkin gedung Miliaran Rupiah yang baru selesai dibangun sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan ?
Selanjutnya awak media dan tim menemui Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Lebong Kadinkes Lebong Rachman SKM.M.Si terkait temuan di puskesmas semelako, ya terimakasih rekan rekan media,saat ini laporan kami terima selanjutnya cek dulu dilapangan,ujarnya singkat
Retakan bangunan hampir di setiap sudut ruangan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pegawai maupun masyarakat yang datang berobat. Jika terjadi hal yang tidak di inginkan , risiko kerusakan bisa lebih parah dan mengancam nyawa petugas dan pengunjung ketika didalamnya.
Proyek dengan nilai anggaran fantastis tersebut kini menjadi perbincangan warga. Dugaan pekerjaan yang tidak maksimal oleh kontraktor pun mencuat.
Majelis Pimpinan Nasional(MPN)
Ormas Maju Bersama Bengkulu(OMBB) M.Diamin yang diwakilkan oleh Ketua Majelis Pimpinan Cabang kabupaten Lebong sdri Rahmandani mendesak aparat penegak Hukum diwilayah kabupaten Lebong menerima dan menindaklanjuti temuan rekan rekan ormas dan awak media dilapangan serta melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pihak pihak terkait yang bertanggung jawab terhadap kualitas konstruksi yang dinilai buruk.
Sorotan juga diarahkan kepada Dinas Terkait dalam menjalankan fungsi pengawasan teknis dan proses serah terima pekerjaan. Apakah proyek sudah melalui uji kelayakan bangunan? Apakah spesifikasi teknis benar-benar dijalankan sesuai kontrak? Tegas,ketua MPC Lebong
Ormas Maju bersama Bengkulu dan awak Media arahanco.id meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Bengkulu untuk melakukan audit menyeluruh, serta mendorong Kejaksaan Negeri Lebong agar menelusuri jika terdapat indikasi pelanggaran dalam proses juklak/juknis bangunan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor pelaksana proyek CV.Rach utama belum memberikan keterangan resmi untuk hak jawab.
Gedung pelayanan kesehatan seharusnya menjadi simbol keamanan dan kenyamanan masyarakat. Namun jika bangunan baru saja berdiri sudah retak-retak, publik wajar bertanya: ada apa di balik proyek miliaran Rupiah ini dibangun melalui pajak Rakyat ? Siapa yang akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan? Tegas awak media arahan.co.id dan tim
Writer ; Solihin
