
Arahan.co.id,LEBONG — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bungin, Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, mulai menarik perhatian masyarakat. Tiga kandidat dipastikan meramaikan kontestasi pemilihan kepala desa yang dijadwalkan berlangsung pada 16 November 2026.
Hasil penelusuran awak media online Arahan.co.id ke sumber terpercaya,Ketiga kandidat tersebut adalah Efni Puspita, S.Pd., Azwar Aziz, dan Ridwan Jaya. Masing-masing membawa gagasan, visi, serta program yang diharapkan mampu mendorong kemajuan Desa Bungin dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Persaingan ketiga kandidat ini menjadi bagian penting dari proses demokrasi di tingkat desa. Masyarakat nantinya memiliki kesempatan untuk menentukan pemimpin yang dinilai paling mampu menjalankan pemerintahan desa secara transparan, adil, bertanggung jawab, serta berpihak pada kepentingan warga.
Efni Puspita, S.Pd.: Tekankan Pelayanan Publik dan Pemberdayaan Ekonomi
Efni Puspita, S.Pd., mengusung visi mewujudkan Desa Bungin yang maju, mandiri, sejahtera, religius, dan berkelanjutan melalui pelayanan yang cepat, transparan, serta berpihak kepada masyarakat.
Program yang ditampilkan dalam posternya mencakup peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan koordinasi pemerintah desa dengan BPD dan lembaga desa lainnya, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung administrasi dan keterbukaan informasi.
Di bidang ekonomi dan pembangunan, Efni menyoroti pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pembangunan dan perawatan infrastruktur, serta dukungan terhadap UMKM, pertanian, peternakan, dan pariwisata lokal.
Ia juga mencantumkan program peningkatan mutu pendidikan, kesehatan masyarakat, pelestarian budaya dan tradisi lokal, serta penguatan keamanan dan semangat gotong royong.
Azwar Aziz: Prioritaskan Pertanian dan Pemerintahan yang Transparan
Azwar Aziz membawa visi mewujudkan Desa Bungin yang maju, sektor pertanian yang unggul, berkeadilan, dan berakhlak mulia.
Dalam program yang dipublikasikan melalui posternya, Azwar menekankan pentingnya pemerintahan desa yang bersih, jujur, dan transparan. Ia juga mengangkat pembangunan infrastruktur secara merata dengan mempertimbangkan manfaatnya bagi masyarakat.
Sektor pertanian menjadi salah satu perhatian utama, termasuk optimalisasi potensi pertanian dan UMKM, serta gagasan penyediaan gudang pupuk desa melalui kerja sama dengan kelompok tani.
Selain itu, programnya mencakup kebersihan lingkungan berbasis gotong royong, transparansi penyaluran bantuan sosial, peningkatan sarana air bersih, dukungan terhadap kegiatan Karang Taruna dan Remaja Islam Masjid (Risma), serta fasilitasi pendidikan nonformal seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).
Ridwan Jaya: Dorong Desa Kuat, Warga Sejahtera
Sementara itu, Ridwan Jaya mengangkat semangat membangun desa bersama masyarakat untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.
Dalam posternya, Ridwan menonjolkan tiga prinsip utama, yakni desa yang maju dan masyarakat sejahtera, tata kelola yang transparan dan amanah, serta pelayanan publik yang cepat dan tepat.
Gagasan tersebut menempatkan kualitas pemerintahan desa, kesejahteraan warga, dan ketepatan pelayanan sebagai unsur penting dalam pembangunan.
Apabila mendapat kepercayaan masyarakat, program-program yang ditawarkan para kandidat nantinya akan menjadi perhatian warga untuk dinilai berdasarkan kebutuhan desa, kemampuan pelaksanaan, serta manfaat nyata bagi masyarakat.
Masyarakat Diharapkan Cermat Menentukan Pilihan
Pilkades bukan sekadar persaingan untuk memperoleh suara, melainkan momentum bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan desa dalam beberapa tahun ke depan.
Karena itu, masyarakat diharapkan dapat mengenali visi, misi, dan program masing-masing kandidat secara cermat. Rekam jejak, integritas, kemampuan memimpin, komitmen terhadap pelayanan publik, serta kesanggupan merealisasikan program menjadi sejumlah hal yang patut dipertimbangkan.
Di sisi lain, seluruh kandidat dan pendukungnya diharapkan menjaga suasana yang aman, damai, dan kondusif. Perbedaan pilihan hendaknya tidak menjadi alasan untuk memecah persaudaraan maupun mengganggu hubungan sosial antarwarga.
Pada akhirnya, pilihan berada di tangan masyarakat Desa Bungin. Harapannya, Pilkades 16 November 2026 dapat berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku, dengan partisipasi masyarakat yang bertanggung jawab dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa Desa Bungin menuju pembangunan yang lebih baik.
Catatan redaksi: Uraian visi dan program kandidat dalam berita ini merujuk pada materi yang tercantum dalam poster masing-masing yang di unggah yang bersangkutan. Informasi mengenai jadwal pemungutan suara perlu disesuaikan dengan pengumuman resmi panitia Pilkades atau pemerintah daerah.
Arahan.co.id — Mengawal Informasi, Membangun Negeri, independen dan terpercaya.
writer ; A.Solihin# kepala bidang sosial dan hukum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lebong ##
