Arahan.co.id, Lebong – Warga tiga desa yakni Desa Ujung Tanjung I,Ujung Tanjung II,Dan warga Ujung Tanjung III di wilayah Kecamatan Lebong Sakti Kabupaten Lebong , berharap pemerintah kabupaten Lebong membangun jembatan permanen yang dapat dilalui kendaraan roda Dua untuk meningkatkan perekonomian karena pasca Banjir bandang yang melanda pada 7 Mei 2026 beberapa hari yang lalu jembatan gantung Di Desa Ujung Tanjung II Hanyut Diterjang Banjir alias Putus Total serta warga memprihatinkan akan aktivitas perekonomian masyarakat sekitar tidak stabil.
Pejabat sementara Kepala Desa Ujung Tanjung II.Milyanita,S.Pd,Gr saat diwawancarai di lokasi k jadian membenarkan kondisi jembatan diwilayahnya putus diterjang banjir serta aktivitas warga terhenti total akibat rusaknya jembatan gantung ini, dijelaskan kepala Desa bahwa jembatan gantung sepanjang 120 meter dengan lebar 1,5 meter itu, merupakan akses utama warga dari tiga desa, yakni Desa Ujung Tanjung I,Ujung Tanjung II dan Ujung Tanjung III, terutama untuk menjual hasil buminya ke pusat kecamatan atau kabupaten.
“Jembatan gantung itu, saat ini kondisinya memprihatinkan alias tidak ada lagi hanyut diterjang banjir karena,” katanya.

Sehingga warga berharap pembangunan jembatan permanen dapat dikabulkan dinas terkait oleh Pemkab Lebong maupun Provinsi dan pusat, karena sudah belasan tahun warga melintasi jembatan tersebut meningkatkan perekonomian warga.
Sedangkan keberadaan jembatan dapat mempersingkat jarak warga untuk sampai ke Desa tetangga, dibandingkan menggunakan jalan lain yang lebih jauh dengan kondisi rusak. Jembatan permanen, menjadi impian warga untuk meningkatkan berbagai aktifitas termasuk Ketahanan pangan Daerah.
“Sudah beberapa kali pemimpin dari kabupaten datang melihat kondisi jembatan, namun hanya perbaikan kecil yang dilakukan bukan pembangunan jembatan permanen. Melalui media kami berharap mendapat perhatian terutama dari Bupati Bupati Lebong Bapak Azhari SH MH” katanya.
Sementara warga Desa Ujung Tanjung I, tr (45) mengatakan berharap jembatan gantung yang dilalui ribuan warga dari tiap desa setiap harinya, segera dibangun menjadi jembatan permanen karena selama ini, merupakan akses cepat perekonomian warga dari tiga desa.
“Tentunya kami minta perhatian serius Pemkab Lebong untuk membangun jembatan permanen, agar aktifitas warga dapat berjalan normal dan tiga desa dapat dilalui kendaraan roda Dua untuk membawa hasil bumi dengan tarif murah ke Pusat Kota kabupaten,” katanya.
Belum ada keterangan resmi dari pemerintah kabupaten Lebong merespon kondisi jembatan gantung yang putus diterjang banjir bandang beberapa hari yang lalu, upaya awak media ini untuk mendapatkan informasi ke pihak pihak terkait dalam hal ini pemkab Lebong dan Pemprov Bengkulu terus di upayakan dengan tujuan keberimbangan dan jawaban yang di nantikan warga di tiga Desa di wilayah Lebong Sakti Kabupaten Lebong.
Writer ; solihin
