Rejang Lebong — Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong resmi melantik 355 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu pada Senin, 12 Januari 2026 di Lapangan Pemda. Prosesi berlangsung khidmat. Namun, di balik seremoni itu, muncul pertanyaan besar yang kini ramai diperbincangkan publik.
Satu nama disebut-sebut lolos seleksi tanpa riwayat honorer yang jelas: GUNAWAN.
Sumber yang dihimpun menyebut, GUNAWAN diduga tidak memiliki rekam jejak honorer aktif di lingkungan Pemkab sebagaimana persyaratan umum PPPK afirmasi. Bahkan, kesehariannya disebut berada di loket wisata Suban Air Panas—bukan tercatat sebagai tenaga honorer perangkat daerah.
Jika dugaan ini benar, publik patut bertanya: Bagaimana proses verifikasi bisa meloloskan yang bersangkutan?
Secara aturan, proses pengangkatan PPPK harus melalui tahapan seleksi administrasi ketat, validasi database, dan verifikasi berjenjang oleh BKPSDM sebelum disahkan oleh Badan Kepegawaian Negara. Sistem ini dibangun untuk menjamin prinsip merit system—bebas dari intervensi politik, titipan, atau praktik nepotisme.
Namun isu yang beredar semakin liar ketika nama GUNAWAN dikaitkan dengan dugaan kedekatan politik. Ia disebut sebagai adik kandung Surya ST, yang dikenal sebagai Ketua PDI Perjuangan Kabupaten Rejang Lebong—partai pengusung kepala daerah saat ini.
Benarkah ada pengaruh kekuasaan di balik kelolosan tersebut?
Atau ini hanya kesalahpahaman administrasi yang bisa dijelaskan secara terbuka?
Masyarakat kini menunggu jawaban dari BKPSDM Kabupaten Rejang Lebong:
- Apakah GUNAWAN terdaftar resmi sebagai honorer dalam database?
- Di OPD mana ia tercatat bekerja dan sejak kapan?
- Siapa yang menandatangani rekomendasi verifikasi administrasinya?
Jika semua dokumen sah, buka ke publik. Jika ada pelanggaran, ini bukan sekadar cacat prosedur—ini pengkhianatan terhadap ratusan honorer yang berjuang bertahun-tahun.
Rekrutmen ASN bukan panggung balas jasa politik.
Ini soal keadilan, integritas, dan masa depan pelayanan publik.
Isu ini berpotensi bergulir lebih jauh jika tidak ada klarifikasi resmi dalam waktu dekat. Transparansi adalah satu-satunya cara meredam kegaduhan. Jika tidak, gelombang kecurigaan publik akan semakin membesar.
Rejang Lebong sedang menunggu jawaban.
GUNAWAN membantah dengan pemberitaan tersebut menurut nya dia honorer didinas pariwisata sejak tahun 2012 dan SK tidak perna putus. Iya juga menyebut Dia siap membuktikan ke publik bahwa dia benar2. Honorer didinas pariwisata sejak tahun 2012 lalu.dan dia Ditujuk sebagai (UPT) Unit Pelaksana Teknis
“Untuk lebih jelas tanyakan langsung ke Dinas Pariwisata,”ucap Gunawan, usai dikonfirmasi media ini melalui Pesan Singkat WhatsAPP.[***]
