
Arahan.co.id, LEBONG — Usulan kebutuhan anggaran sebesar Rp6 miliar yang diajukan Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Tebo Emas Kabupaten Lebong mendapat tindak lanjut dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebong. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memetakan kebutuhan infrastruktur dan mendukung peningkatan pelayanan air bersih kepada masyarakat pada tahun anggaran 2027.
Tindak lanjut tersebut terlihat melalui diterbitkannya Surat Tugas Nomor B/600.1.16.2/41/BAPPEDA-V/2026 tertanggal 20 Oktober 2026. Surat yang ditandatangani Kepala Bappeda Kabupaten Lebong, Desmi Leuta Anwar, S.E., M.M., tersebut menugaskan tim untuk melakukan koordinasi dan survei kondisi eksisting pada 20–22 Oktober 2026.
Langkah turun langsung ke lapangan ini sejalan dengan instruksi Bupati Lebong, H. Azhari, S.H., M.H., kepada Bappeda agar meninjau secara langsung kondisi dan kebutuhan infrastruktur Perumda Tirta Tebo Emas. Dengan demikian, usulan yang diajukan dapat dikaji berdasarkan kondisi faktual di lapangan sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan dan penganggaran tahun 2027.

Tim yang ditugaskan terdiri atas Ns. Eli Oktavia, S.Kep., selaku Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan; Lobis Sutarno, S.Pt.; Herlina, ST., M.Si.; Febrita Utami, SE.; serta Riki, S.Si.
Dalam surat tugas tersebut, agenda kegiatan mencakup koordinasi dan survei kondisi eksisting SPAM Perumda Tirta Tebo Emas, peninjauan kantor Perumda di Kecamatan Amen, serta survei Intake/IPA Air Udik di Kecamatan Lebong Utara dan Intake/IPA Air Musnau di Kecamatan Pinang Belapis.
Survei tersebut menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi kondisi sarana dan prasarana, memetakan kebutuhan prioritas, serta memperoleh gambaran teknis sebagai dasar penyusunan perencanaan anggaran.
Direktur Perumda Tirta Tebo Emas, Wilyan Bachtiar, S.IP., menyambut baik respons Bappeda yang menindaklanjuti usulan kebutuhan anggaran tersebut. Turunnya tim ke lapangan diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendorong pembenahan infrastruktur dan memperkuat pelayanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Lebong.
Usulan sebesar Rp6 miliar itu diharapkan dapat dikaji secara menyeluruh sesuai kebutuhan prioritas dan hasil survei teknis. Meski demikian, nilai tersebut masih merupakan usulan kebutuhan anggaran dan belum dapat dipastikan sebagai anggaran yang telah disetujui atau ditetapkan dalam APBD 2027.
“Keras Dulu Baru Berair”, Semangat Pembenahan Perumda
Semangat pembenahan Perumda Tirta Tebo Emas sejalan dengan motto yang diusung perusahaan, yakni “Keras Dulu Baru Berair.” Motto tersebut menggambarkan pentingnya kerja keras, pembenahan, dan perjuangan dalam membangun infrastruktur agar pelayanan air bersih dapat berjalan lebih baik dan berkelanjutan.
Bagi Perumda Tirta Tebo Emas, perencanaan yang matang dan dukungan pembangunan infrastruktur menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, Bappeda, dan pihak Perumda diharapkan mampu menghasilkan perencanaan yang tepat sasaran, terukur, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Tindak lanjut Bappeda melalui survei langsung ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan kebutuhan riil di lapangan dengan perencanaan pembangunan daerah. Harapannya, usulan yang telah diajukan dapat dikaji secara objektif dan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan anggaran tahun 2027.
“Keras Dulu Baru Berair” — kerja keras hari ini untuk pelayanan air bersih yang lebih baik bagi masyarakat Lebong.
Catatan redaksi: Nilai Rp6 miliar merupakan usulan kebutuhan anggaran berdasarkan informasi yang disampaikan. Realisasi dan persetujuan anggaran menunggu proses pembahasan serta penetapan pemerintah daerah sesuai ketentuan yang berlaku. Arahan.co.id #cepat tepat dan akurat
Writer ; A.Solihin#Bidang Sosial dan Hukum Serikat Media Siber Indonesia kabupaten Lebong
