
Arahanco.id,BINGIN KUNING — Bupati Lebong, H. Azhari, S.H., M.H., menyampaikan rencana pelebaran jalan Semelako–Bungin yang ditargetkan pada tahun 2027. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Dou Leluhur dan Ritual Muang Apem di Dam Sabo Pasir Lebar , Kecamatan Bingin Kuning, Kamis (15/10/2026).
Dalam pidatonya, Bupati Azhari menegaskan bahwa dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam proses pelaksanaan rencana pelebaran jalan tersebut. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat mendukung kelancaran tahapan pembangunan demi kepentingan bersama.
Rencana pelebaran jalan Semelako–Bungin menjadi perhatian masyarakat karena infrastruktur jalan memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas warga, memperlancar konektivitas antarwilayah, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Kabupaten Lebong.
Meski demikian, pelaksanaan rencana tersebut tetap menunggu proses dan tahapan yang diperlukan. Target tahun 2027 sebagaimana disampaikan Bupati menjadi harapan bagi masyarakat agar peningkatan infrastruktur jalan dapat segera terealisasi.
Lestarikan Adat dan Budaya Leluhur
Selain menyampaikan rencana pembangunan infrastruktur, kehadiran Bupati Lebong dalam kegiatan Dou Leluhur dan Ritual Muang Apem juga menjadi bagian dari upaya menjaga serta melestarikan adat istiadat dan warisan budaya leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kegiatan yang berlangsung di Dam Sabo Pasir Lebar tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, Ketua TP-PKK, Ketua GOW, Staf Ahli Bupati, para Asisten, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Kepala Bagian Setda, serta unsur terkait lainnya.
Dou Leluhur dan Ritual Muang Apem merupakan momentum penting untuk memperkuat hubungan sosial, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Tradisi adat semacam ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Pemerintah Kabupaten Lebong terus berkomitmen menjaga keberlangsungan adat dan budaya daerah sebagai bagian dari identitas serta kearifan lokal masyarakat. Pelestarian tradisi dinilai penting agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus.
Sinergi Pembangunan dan Pelestarian Budaya
Momentum kegiatan adat tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada peningkatan infrastruktur, tetapi juga perlu diimbangi dengan pelestarian budaya dan penguatan nilai-nilai sosial masyarakat.
Dukungan masyarakat terhadap program pembangunan, termasuk rencana pelebaran jalan Semelako–Bungin, diharapkan berjalan seiring dengan komitmen pemkab di tahun 2027 bisa tercapai.
Dengan semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, Kabupaten Lebong diharapkan mampu terus berkembang melalui pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat, tanpa meninggalkan identitas budaya yang menjadi kebanggaan daerah.
Adat dijaga, budaya dilestarikan, pembangunan didukung bersama demi Kabupaten Lebong yang maju, berbudaya, dan berkarakter.
catatan redaksi ; rilis diambil dari pidato bupati Lebong saat menghadiri Acara dou Leluhur dan Ritual Muang Apem di Dam Sabo Pasir Lebar. #Arahan.co.id# independen Mengawal Negeri
Writer ; A.Solihin
