
Arahan.co.id,LEBONG — Kondisi terkini gedung SMKN 3 Lebong pascakebakaran menjadi perhatian serius Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kancabdin) Unit V Muara Aman. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi bangunan serta dampak yang ditimbulkan akibat insiden kebakaran yang terjadi pada Rabu (7/10/2026).
Kepala Cabang Dinas (Kancabdin) Unit V Muara Aman Dekky turun langsung meninjau lokasi guna memastikan kondisi sarana dan prasarana sekolah setelah peristiwa kebakaran. Dari hasil pemantauan, sejumlah bagian gedung mengalami kerusakan sehingga diperlukan penanganan lebih lanjut agar aktivitas pendidikan dan proses pembelajaran dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman.

“Kami datang untuk melihat langsung kondisi sekolah setelah kejadian kebakaran. Tentunya keselamatan siswa dan seluruh warga sekolah menjadi perhatian utama. Kondisi bangunan akan menjadi bahan laporan dan koordinasi untuk langkah penanganan selanjutnya,” ujar Kancabdin Unit V Muara Aman.
Menurutnya, penanganan pascakebakaran membutuhkan koordinasi lintas pihak, terutama pemerintah daerah dan instansi terkait. Data mengenai tingkat kerusakan bangunan menjadi salah satu bahan penting untuk menentukan langkah rehabilitasi maupun pembangunan kembali fasilitas sekolah yang terdampak.
Kancabdin juga menegaskan bahwa proses pendidikan harus tetap mendapatkan perhatian. Pengaturan kegiatan belajar mengajar perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan, terutama pada ruang atau bagian bangunan yang terdampak kebakaran.
“Kita berharap dengan respon cepat pak gubernur Bengkulu bapak Helmi Hasan melalui Disdikbud provinsi Bengkulu yang akan menyampaikan usulan ke kementerian mendapat solusi terbaik, sehingga kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung, sembari menunggu penanganan terhadap bangunan yang mengalami kerusakan,” katanya.
Sementara itu, kondisi pascakebakaran di SMKN 3 Lebong menjadi perhatian masyarakat. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat segera melakukan langkah konkret berdasarkan hasil pendataan kerusakan, sehingga fasilitas pendidikan tersebut dapat kembali digunakan secara optimal.
Peninjauan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi SMKN 3 Lebong mendapat perhatian serius setelah musibah kebakaran. Hasil pemantauan di lapangan selanjutnya diharapkan menjadi bahan koordinasi untuk menentukan langkah penanganan dan pemulihan fasilitas sekolah.
Writer ; A.Solihin
