
Arahan.co.id,LEBONG – Kebakaran lahan terjadi di wilayah Desa Ladang Palembang, Kecamatan Lebong Utara, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, Sabtu (17/10/2026). Kobaran api yang melahap lahan perkebunan dan vegetasi kering tersebut dilaporkan telah membakar sekitar 3 hektare lahan atau bahkan lebih.
Lokasi kebakaran berada sekitar satu kilometer dari Jalan Lingkar Kabupaten Lebong. Kepulan asap tebal terlihat menyelimuti kawasan yang terbakar, sementara sejumlah titik api masih menyala di antara semak belukar dan sisa vegetasi kering.
Berdasarkan informasi sementara, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, hingga pukul 14.02 WIB, api dilaporkan belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Situasi tersebut mendorong keterlibatan sejumlah unsur dalam upaya penanganan kebakaran. Jajaran Komando Rayon Militer (Koramil) 409-01/Lebong Utara turut hadir di lokasi, termasuk Serda Toni bersama seluruh anggota Koramil LU.
Selain personel TNI, pihak Polsek Lebong Utara, petugas pemadam kebakaran (Damkar), serta masyarakat juga berdatangan untuk membantu penanganan di lapangan.
Asap Tebal dan Titik Api Masih Terlihat
Kondisi lahan yang dipenuhi semak belukar, ranting, dan vegetasi kering menjadi perhatian dalam proses penanganan. Dokumentasi dari lokasi memperlihatkan asap tebal menyelimuti area kebakaran, dengan sejumlah titik api masih membakar material kering di permukaan tanah.
Kondisi tersebut membutuhkan kewaspadaan seluruh pihak, terutama untuk mencegah api merambat ke area perkebunan lain maupun vegetasi di sekitarnya.
Informasi Sementara, Lahan Diduga Milik Warga Desa Tunggang
Berdasarkan informasi awal yang diterima, lahan yang terbakar diduga merupakan kebun milik warga Desa Tunggang. Meski demikian, kepemilikan lahan tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak terkait.
Hingga berita ini disusun, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Belum ada keterangan resmi mengenai sumber api maupun dugaan faktor yang memicu kebakaran tersebut.
Perlu Penanganan Cepat dan Kewaspadaan Bersama jika terjadi api susulan.
Kebakaran lahan dengan luasan yang diperkirakan mencapai lebih dari enam hektare ini menjadi perhatian serius, mengingat api belum berhasil dipadamkan hingga siang hari.
Masyarakat di sekitar lokasi diharapkan tetap waspada dan menghindari area yang dipenuhi asap tebal. Warga juga diimbau tidak melakukan pembakaran terbuka, terutama di tengah kondisi vegetasi kering yang dapat mempercepat penyebaran api.
Penanganan lebih lanjut dari unsur terkait sangat diperlukan untuk memastikan api benar-benar padam, mencegah kebakaran meluas, serta mengetahui penyebab kejadian dan besaran kerugian yang ditimbulkan.
Perkembangan mengenai proses pemadaman, penyebab kebakaran, dan kepastian luas lahan terdampak masih menunggu informasi lanjutan dari pihak berwenang.
Writer ; A.Solihin
