Arahan.co.id Bengkulu – Gelombang protes dan desakan kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu semakin menguat seiring dengan terungkapnya dugaan skandal yang diduga melibatkan salah seorang pejabat tinggi daerah. Kasus ini pun diketahui telah viral dan tersebar luas di berbagai platform media sosial, termasuk TikTok, sehingga menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat luas.
Dalam aksi demonstrasi damai yang digelar di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Bengkulu pada Senin (21/4/2026), massa yang tergabung dalam Konsorsium Nasional Lembaga Swadaya Masyarakat Bengkulu menyampaikan aspirasi secara tegas dan terstruktur. Inti dari tuntutan tersebut adalah meminta Gubernur Bengkulu selaku pimpinan tertinggi di daerah untuk segera mengambil langkah-langkah tegas dan nyata guna menuntaskan permasalahan yang diduga sangat memalukan dan merusak citra pemerintahan.
Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun, termasuk dari konten-konten yang beredar dan viral di TikTok serta media sosial lainnya, oknum pejabat yang bersangkutan diduga telah melakukan serangkaian perbuatan yang menyimpang dari norma agama, norma kesusilaan, serta aturan kedinasan yang berlaku. Disebutkan, ia diduga terlibat hubungan asmara di luar ikatan pernikahan dengan seorang wanita berinisial TN (30 tahun) yang diduga berlangsung cukup lama. Hubungan terlarang tersebut diduga berujung pada kehamilan berulang yang dialami oleh korban.
Memasuki diakhir tahun 2023 hubungan ke duanya semakin instan, sejumlah pertemuan yang diduga disalah satu hotel kota Bengkulu, menjadi awal babak baru dalam hubungan tersebut. Didalam hubungan tersebut terjadi hamil dan muncul nian buruk diduga untuk aborsi,
Sudah dua kali di tahun 2022 dan di tahun 2024, yang membuat konflik di antara mereka semakin terkuak, ujar dari salah satu narasumber

Untuk menyelesaikan persoalan yang timbul akibat perbuatannya itu, oknum pejabat diduga berjanji akan memberikan uang kompensasi sebesar Rp500 Juta Rupiah sebagai bentuk tanggung jawab moral dan materiil. Namun hingga batas waktu yang disepakati, janji tersebut diduga tidak pernah ditepati, bahkan pihak yang bersangkutan diduga mulai menghindar dan memutus komunikasi sama sekali. Isu-isu seputar kasus ini semakin menyebar luas dan viral di berbagai platform digital, sehingga menarik perhatian publik dari berbagai lapisan masyarakat.
Hingga saat ini pejabat belum memberikan klarifikasi resmi, terkait berbagai tudingan yang beredar, baik mengenai dugaan perselingkuhan, maupun isu sensitif terkait kehamilan tersebut, kasus inipun semakin berkembang dan menjadi perhatian publik.
” Apalagi karena kasusnya sudah tersebar luas dan viral di TikTok serta media sosial lainnya, dampaknya semakin terasa dan menjadi sorotan bersama. Sebagai abdi negara dan pemegang amanah, seorang pejabat publik memiliki tanggung jawab ganda, yaitu melayani masyarakat sekaligus menjadi teladan dalam bersikap dan berperilaku. Tindakan yang diduga dilakukan ini dianggap telah mencoreng nama baik Pemerintah Provinsi Bengkulu
Kami menuntut Bapak Gubernur bertindak tegas, jangan ragu, jangan bertele-tele, dan jangan memberikan ruang sedikitpun untuk perlindungan khusus. Jika berdasarkan hasil penyelidikan terbukti bahwa yang bersangkutan memang bersalah dan melanggar aturan, maka sanksi tegas harus segera dijatuhkan. Mulai dari tindakan administrasi seperti mutasi, penurunan jabatan, hingga pemberhentian dari jabatannya. Bahkan jika perbuatannya diduga masuk kategori tindak pidana, ia harus diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Tidak boleh ada istilah ‘ditutup-tutupi’ atau ‘dibiarkan begitu saja’ hanya karena kedudukan atau jabatan,” tegas juru bicara massa aksi dengan lantang di hadapan ratusan pendukung dan awak media. [***]
