Lebong, Arahan.co.id – , kepala sekolah Dasar Negeri 65 Lebong Rita oktapia S.Pd,SD menegaskan bahwa Sekolah Dasar Negeri 65 Lebong bukan hanya tempat belajar bagi siswa/i menerima pelajaran pada umumnya, akan tetapi rutinitas melalui tafakur dalam pembentukan karakter penting diterapkan.
Penegasan itu disampaikan Rita oktapia S.Pd.SD pada saat menerima kunjungan awak media Arahan.co.id di ruang kerjanya , Rabu (05/08/2026).
Bangku sekolah Dasar sejatinya bukan hanya tempat belajar dikelas, akan tetapi bisa sebagai tempat pembentukan karakter, melalui tafakur mampu menempah jati diri siswa/i kedepannya ujar rita sapaan karibnya.
Ia menjelaskan, disamping materi pelajaran pada umumnya, memadukan tiga pilar ajaran Islam, yaitu akidah, syariah, dan akhlak sangatlah penting. Dari akidah lahir ilmu kalam, dari syariah muncul berbagai cabang ilmu hukum, dan dari akhlak berkembang tasawuf. Ketiganya menjadi fondasi dalam pendidikan karakter di era modern ini .
Lebih lanjut, setiap Jum’at pihak sekolah rutin menggelar tafakur,guru berusaha melahirkan Generasi yang tidak hanya tahu hukum agama, tetapi juga mampu berpikir mendalam, memiliki kepekaan sosial, dan siap menjadi inzar al-qaum di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Rita oktapia S.Pd,SD menegaskan, proses pembelajaran di SDN 65 Lebong dirancang untuk menjawab tantangan kekinian sekaligus masa depan yang selama ini jarang diketahui atau bahkan tidak tahu.
Pada era pendidikan Modern seperti saat ini, bukan hanya ready to use, tapi ready for life. Yakni, siap hidup dalam berbagai situasi, karena di sana dibangun karakter, bukan sekadar pengetahuan biasa,” jelasnya.
Menurutnya, hal ini menunjukkan adanya krisis relevansi dan ketahanan mental lulusan nantinya,jika tidak perlahan disiapkan.
Lebih menarik, agar Mereka nantinya terbiasa beradaptasi, mandiri, dan memiliki daya juang tinggi saat melanjutkan sekolah. Itu yang membuat mereka mampu menghadapi realitas hidup dengan ketangguhan spiritual dan sosial,” tegasnya.
Ia menyebutkan bahwa sistem pendidikan saat ini telah lama menanamkan konsep soft skill education, jauh sebelum istilah itu populer di dunia modern. Disebutkan, secara alami siswa/i telah belajar komunikasi, kemampuan adaptasi, kerja sama, dan pemecahan masalah pada saat melanjut ke jenjang berikutnya .jelasnya
Lebih lanjut, Rita oktapia menerangkan bahwa SDN 65 Lebong juga menanamkan mental tangguh dan tanggung jawab sosial kepada siswa/i ,agar lebih diminati masyarakat sekaligus sebagai contoh pembelajaran pada umumnya,” pungkasnya.
Writer ; A.Solihin
