
Arahan.co.id | LEBONG – Komitmen Polri dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat kembali diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., OLY., meresmikan Jembatan Merah Putih Polda Bengkulu di Desa Tunggang, Kabupaten Lebong, Jumat (23/10/2026).
Peresmian tersebut menjadi langkah nyata dalam meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas wilayah, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di sektor pertanian dan perkebunan.
Dalam kegiatan itu, Kapolda Bengkulu didampingi Wakapolda Bengkulu Brigjen Pol. Prianto Teguh Nugroho, S.I.K., M.H., CPM., CPLA., para pejabat utama Polda Bengkulu, Kapolres Lebong beserta jajaran, unsur pemerintah setempat, tokoh masyarakat, serta warga Desa Tunggang.
Jembatan 40 Meter, Pangkas Jarak dan Waktu Tempuh
Jembatan Merah Putih yang memiliki panjang 40 meter dan lebar 1,5 meter tersebut menghubungkan Desa Tunggang dengan area persawahan dan perkebunan milik masyarakat.
Keberadaan jembatan ini memberikan manfaat signifikan bagi warga. Selain memangkas jarak tempuh sekitar satu kilometer, akses tersebut juga mampu menghemat waktu perjalanan hingga 30 menit dan diperkirakan memberikan manfaat bagi kurang lebih 500 warga.
Sebelumnya, keterbatasan akses menjadi salah satu tantangan masyarakat dalam menjangkau lahan pertanian dan perkebunan. Dengan hadirnya jembatan ini, aktivitas warga diharapkan menjadi lebih mudah, efisien, dan aman.
Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Kapolda Bengkulu, dilanjutkan dengan peninjauan kondisi jembatan serta interaksi langsung bersama masyarakat setempat.
Kapolda: Bukan Sekadar Bangunan Fisik
Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas dukungan terhadap pembangunan jembatan tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa meresmikan Jembatan Merah Putih Polda Bengkulu di Desa Tunggang. Jembatan dengan panjang 40 meter dan lebar 1,5 meter ini menghubungkan Desa Tunggang dengan area persawahan dan perkebunan masyarakat. Dengan adanya jembatan ini, jarak tempuh masyarakat bisa terpangkas sekitar satu kilometer dan menghemat waktu hingga 30 menit, serta bermanfaat bagi sekitar 500 warga,” ujar Kapolda.
Ia menegaskan, pembangunan Jembatan Merah Putih merupakan bagian dari kontribusi Polri dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar.
“Program pembangunan Jembatan Merah Putih ini merupakan wujud kontribusi Polri dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas wilayah. Ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi jembatan harapan untuk memperlancar aktivitas sehari-hari dan meningkatkan kesejahteraan warga,” jelasnya.
Menurutnya, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang memberikan manfaat nyata.
42 Jembatan Telah Diresmikan, Program Terus Berjalan
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Bengkulu juga memaparkan perkembangan program pembangunan Jembatan Merah Putih di wilayah Polda Bengkulu.
Hingga saat ini, sebanyak 42 jembatan dari total 57 jembatan yang direncanakan telah diresmikan. Sementara itu, 12 jembatan masih dalam proses pembangunan dan tiga jembatan lainnya berada pada tahap perencanaan.
“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar program ini dapat terus berjalan dan selesai tepat waktu,” ungkap Kapolda.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polri untuk membantu membuka akses wilayah dan mendukung aktivitas masyarakat, terutama di daerah yang membutuhkan sarana penghubung untuk menunjang kehidupan sehari-hari.
Warga Apresiasi Kepedulian Polda Bengkulu
Kehadiran Jembatan Merah Putih disambut positif oleh masyarakat Desa Tunggang. Warga mengaku terbantu dengan tersedianya akses penghubung menuju area persawahan dan perkebunan yang selama ini menjadi bagian penting dari mata pencaharian mereka.
Masyarakat menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Polda Bengkulu atas pembangunan jembatan tersebut. Mereka berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi kelancaran aktivitas pertanian serta peningkatan kesejahteraan warga.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Kapolda Bengkulu turut menyerahkan bantuan sosial berupa lima paket sembako secara simbolis kepada lima perwakilan warga Desa Tunggang yang membutuhkan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama Kapolda Bengkulu, rombongan, dan masyarakat setempat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif.
Peresmian Jembatan Merah Putih di Desa Tunggang menjadi gambaran bahwa pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang peningkatan produktivitas dan kesejahteraan warga.
Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polri diharapkan terus hadir memberikan kontribusi nyata, membangun kedekatan dengan warga, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat di daerah.
writer ; A.Solihin
